Kamis, 21 Mei 2009

Sastraku 2

Nokturno Pagi
Windha Tunggara

Biarlah jalanan itu tetap basah oleh cerita pagi dierami embun keheningan yang entah
Ketika peraduan itu tak pernah ada, dan kita sama-sama bermuara dalam batuan sungai yang hingga
Setelah percakapan malam beradu dalam saat; bimbang


Sagaranten, 14 April 2009

Tidak ada komentar: